PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM PERSFEKTIF HADIS

Nafriandi Nafriandi

Abstract


Religion, in the past time, was flourished by servitude system. Therefore, there are more words in religious literature related to slavery issues. The words also implicitly indicated the superiority of man position to women in some degrees. In Jahiliyah time, there were customs and bad habits that related to woman. Woman felt more inferior to men in the freedom of status context. Accordingly, Al-Qur’an presented to escalate the social status of women and against the negative tradition and customs that had been prevalent. This article tries to analyze hadits perspective on regarding woman in public space.


Keywords


Woman, public space, hadits perspective.

Full Text:

PDF

References


Al-Aini, Badr al-Din al-Hanafi, ‘Umdat al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari (CD Maktabah al-Syamilah.

al-Qaradhawi, Yusuf (et. al.). 1988. Kebangkitan Islam dalam Perbincangan Para Pakar. Terj. Moh. Nurhakim. Jakarta: Gema Insani Press.

-----------. 2010. Fiqh Jihad: Sebuah Karya Monumental Terlengkap tentang Jihad Menurut

al-Qur’an dan Sunnah. Terj. Irfan Maulana Hakim, dkk.. Bandung: Mizan

Al-Razi, Fakhruddin.1990. Tafsir al-Kabir al-Musamma bi Mafatih al-Ghaib. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Danardono, Donny.2006. “Teori Hukum Feminis: Menolak Netralitas Hukum, Merayakan Difference dan Anti Esensialisme” dalam Perempuan dan Hukum: Menuju Hukum yang berpersfektif Kesetaraan dan Keadilan, Sulistyowati Irianto (ed.). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Engineer, Asghar Ali. 2003. Pembebasan Perempuan. Terj. Agus Nuryatno. Yogyakarta: LKiS.

Habermas, Jurgen.1989. The Structural Transformation of The Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society. Camridge: MIT Press.

Hardiman, F. Budi (ed.). 2010. Ruang Publik: Melacak Partisipasi Demokratis dari Polis sampai Cyberspace. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Hasan, Riffat Hasan. 2004. “Persfektif Islam” dalam Perempuan, Agama, dan Seksualitas. Jeanne Becher (ed.), Jakarta: Gunung Mulia.

https://elfadhi.wordpress.com diakses pada 8 Juni 2016 pukul 19.30 WIB.

Ibn Batthal. 2003. Syarah Shahih al-Bukhari.Riyadh: Maktabah al-Rusyd.

Ibn Sa’ad.tt. Thabaqat al-Kubra.Beirut: Dar Sadir.

Ismail, Nurjannah. 2003. Perempuan dalam Pasungan: Bias Laki-laki dalam Penafsiran. Yogyakarta: LKiS.

Lestari, Fitri. 2015. “Seks, Gender, dan Konstruksi Sosial”.Jurnal Perempuan.Eedisi November.

Lovenduski. Jon 2008. Politik berparas Perempuan. Terj. Hardono Hadi.Yogyakarta: Kanisius.

Mas’udi, Masdar F.1997. Islam dan Hak-hak Reproduksi Dialog Fiqih Pemberdayaan. Bandung: Mizan.

Mudzhar, M. Atho.1999. Studi Hukum Islam dengan Pendekatan Sosiologi (Pidato Pengukuhan Guru Besar Madya Ilmu Sosiologi Hukum Islam tanggal 15 September 1999). Hal. 52.

Muhammad, Husein. 2001. Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta: LKiS.

Nawangsari, Dyah. 2013. “Agama dan Seksualitas Perempuan” al-‘Adalah, Vol. 16, No. 1.

Shihab, M. Quraish. 2005. Perempuan.Jakarta: Lentera Hati.

---------------. 2007. Tafsir al-Misbah.Jakarta: Lentera Hati.

Subhan, Zaitunah. 2004. Kodrat Perempuan: Takdir atau Mitos?.Yogyakarta: LKiS.

Umar, Nasaruddin. 2011. Kata Pengantar dalam Fiqh Perempuan Berwawasan Keadilan Gender. Malang: UIN Maliki Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v6i1.136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


          http://oaji.net/system_img/oaji.gif                              

Copyright © 2014 - Center for Gender and Child Studies (PSGA) - All rights reserved

free hit counter

Flag Counter

Creative Commons License
Kafa'ah: Journal of Gender Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.