Cyberfeminis: Wajah Baru Pembebasan Diri Kaum Perempuan

Trisna Andarwulan

Abstract


Feminists appear to be a movement to reject everything being  marginalized, subordinated, and demeaned by dominant cultures, either in politic, economic, culture, or social life. The purpose of this research is to describe new face of the women rebellation. Library research was employed where the data taken from content analysis. The research finding showed that one of the new movements done by feminists in the era of globalization is through the virtual world, the cyber world. This movement became known as cyberfeminists. Its 'cross-boundary nature' which beyond the physical and geographical world as a new social field for feminists to explore new freedoms in term of building their relationships and identities. One of the common movement is by using the publication of short stories and novels published in cyberspace. 'Run Away with You' is one of the short stories reviewed in this study.


Keywords


Cyberfeminism, lesbian, women inequality

Full Text:

PDF

References


Abdullah, I. (2003). Penelitian berwawasan gender dalam ilmu sosial. Humaniora, 15(3), 265–275.

Alonso, A., & Oiarzabal, P. J. (2010). Diasporas in the new media age: Identity, politics, and community. University of Nevada Press.

Anshar, M. U. (2005). Pendidikan dan pengasuhan anak: dalam perspektif jender. Gramedia Pustaka Utama.

Anshori, A. G. (2002). Hukum kewarisan Islam di Indonesia: eksistensi dan adaptabilitas. Ekonisia.

Butler, J. (2011). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.

Candraningrum, D. (2016). Girls in STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Jurnal Perempuan, 21(4).

Candraningrum, D., & Dhewy, A. (2016). Fear, bullying & will of female students in STEM: Case study of vocational schools in Jakarta. Jurnal Perempuan, 21(4), 431–441.

Dewi, I. M. (2005). Studi kritis peranan wanita dalam perpolitikan dunia. Mozaik, 2(1).

Fakih, M. (2001). Analisis gender & transformasi sosial, cet. ke-6. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gerungan, P. (2015). Perspektif pemenuhan hak sipil dan politik perempuan dalam hak asasi manusia di Indonesia. Lex Administratum, 3(4).

Handayani, A. (2015). Keseimbangan kerja keluarga pada perempuan bekerja: Tinjauan teori border. Buletin Psikologi, 21(2), 90.

Handayani, T., Sugiarti, & Dharma, S. (2008). Konsep dan teknik: penelitian gender. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Press.

Heroepoetri, A., & Valentina, R. (2004). Percakapan tentang feminisme vs neoliberalisme. debt Watch Indonesia.

Hidayatullah, S. (2010). Teologi Feminisme Islam. Pustaka Pelajar.

Idris, N. (2010). Fenomena, feminisme dan political self selection bagi perempuan. Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora, 13(1), 116–131.

Ismail, N. (2003). Perempuan dalam pasungan: Bias laki-laki dalam penafsiran. PT LKiS Pelangi Aksara.

Izziyana, W. V. (2017). Pendekatan feminisme dalam studi hukum Islam. Istawa, 2(1), 139–158.

Khotimah, K. (2009). Diskriminasi gender terhadap perempuan dalam sektor pekerjaan. Yin Yang, 4(1), 158–180.

Kristina, M. D., & Internasional, J. I. H. (n.d.). Transformasi sosial gender dalam konteks feminisme politik negara Islam dalam studi kasus: Kepemimpinan perdana menteri pakistan Benazir Bhutto.

Ma’shumah, L. A. (2012). Teks-teks keislaman dalam kajian feminisme muslim: Telaah metodologis atas pandangan feminis muslim terhadap penciptaan dan kepemimpinan perempuan. Sawwa: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 7(2), 67–90.

Muqsith, A. N., Erik Rusmana, S. S., & Hum, M. (2017). Representation of Hegemony in Achebe’s Things Fall Apart. Aghnan Nurrkholish Muqsith

Muslikhati, S. (2004). Feminisme dan pemberdayaan perempuan dalam timbangan Islam. Gema Insani.

Mutawakkil, M. H. (2014). Keadilan Islam dalam persoalan gender. Kalimah, 12(1), 67–90.

Muthmainnah, L. (2008). Kritik feminis terhadap developmentalisme. Jurnal Filsafat, 18(3), 315–332.

Nauly, M. (2002). Konflik peran gender pada pria: Teori dan pendekatan empirik.

Nisa, K. M. (2014). Pengaruh pemikiran pendidikan Qasim Amin pada proponen feminin. Ta’limuna, 7(1), 13–36.

PBSI, N. (2017). Ketidakadilan gender dalam novel geni jora karya abidah el khalieqy. Jurnal Humanika, 3(15).

Pohan, A. (2014). Gender dalam komunikasi politik aktivis partai Islam (Analisis terhadap aktivis PBB, PPP dan PKS di Padang). Kafaah: Journal of Gender Studies, 2(1), 25–38.

Puspitawati, H. (2013). Konsep, teori dan analisis gender. Bogor: Departemen ilmu keluarga dan konsumen fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian.

Putnam Tong, R. (1998). Feminist thought: A more comprehensive introduction. NSW Australia Allen & Unwin.

Putri Ramadhita, P. (2011). Readers’ perspective on Mrs. Piggle-Wiggle’s character in Macdonald’s Novel, Mrs. Piggle-Wiggle’s magic. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ringrose, J. (2007). Successful girls? Complicating post-feminist, neoliberal discourses of educational achievement and gender equality. Gender and Education, 19(4), 471–489.

Riyadi, S. (2011). Pengaruh kompensasi finansial, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 13(1), 40–45.

Samuels, R. (2009). New media, cultural studies, and critical theory after postmodernism: Automodernity from Zizek to Laclau. Springer.

Saraswati, K. P. (2015).

Kajian prinsip-prinsip feminisme melalui perbandingan latar belakang dan gerakan emansipasi wanita oleh Marie Olympe De Gouges di Prancis dan Roehana Koeddoes di Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB, 2(1).

Savitri, N., & Gunarsa, A. (2008).

HAM perempuan: Kritik teori hukum feminis terhadap KUHP. Refika Aditama.

Septina Krismawati, S. S. (n.d.). Laras: perempuan yang tersakiti dan perempuan yang memberontak.

Setyawati, N., Arifin, Z., Prayogi, I., & others. (2013). Potret eksploitasi perempuan oleh penulis perempuan dalam susastra angkatan 2000-an: Kajian feminisme dalam susastra Indonesia. Sasindo, 1(2/september).

Sugihastuti, S. (2005). Kritik sastra feminis: Teori dan aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Susanto, A. B. (2003). Identitas dan postkolonialitas di Indonesia. Kanisius.

Susanto, H., & others. (2015). Perempuan sebagai objek dalam seni lukis. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Tampubolon, B. D. (2007). Analisis faktor gaya kepemimpinan dan faktor etos kerja terhadap kinerja pegawai pada organisasi yang telah menerapkan SNI 19-9001-2001. Jurnal Standardisasi, 9(3), 106–115.

Tong, R. P. (2013). Feminist thought: A more comprehensive introduction. Westview Press.

Trianton, T. (2009). Feminisme dalam puisi Abdul Wachid BS. Yin Yang, 4(2), 308–319.




DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v7i1.160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


      

      

    

Free counters!

free hit counter

Creative Commons License
Kafa'ah: Journal of Gender Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright© 2019 - Kafa`ah: Journal of Gender Studies