Pemberdayaan Lembaga Bundo Kanduang di Nagari Melalui Kebijakan Pembangunan yang Responsif Gender

Sri Yunarti

Abstract


Minangkabau traditional institutions have sociological and psychological relationship with the local community. In West Sumatra, known as Bundo institutions Kanduang a custom isntitusi driven by women in addressing the problems of households, women and children. Potentially progress or setbacks half of an area determined by the progress and setbacks of women. Various development policies in many areas have yet to put women as subjects of development. Development policies that there is not yet considering the condition of the position and needs of women, both practical and strategic. Many of the problems faced by women in the scope of Bundo Kanduang institution as a result of cultural and structural in society. Bundo institutions Kanduang in Nagari as a base empirically women empowerment development. just a sub-section of institutions that deal with social issues, youth, and women are still the strong gender bias both political elites, government and community leaders. At least the figures of women who are able to act as agents for the empowerment of women in Nagari level.


Keywords


Pattern Empowerment, Kanduang Bundo Institutions, Policy Model, Gender responsive

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. 2013. Studi tentang modernisme indonesia. Sulesana, 8(2), 14–34.

Ahmadi, F., Sutaryono, S., Witanto, Y., & Ratnaningrum, I. 2017. Pengembangan media edukasi “Multimedia Indonesian Culture”(MIC) sebagai penguatan pendidikan karakter siswa Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 34(2), 127–136.

Aminah, A. 2018. Perlindungan hukum terhadap hak anak yang lahir dari perkawinan siri (Studi perbandingan Undang-Undang No 1 Tahun 1974 dan Undang-Undang no. 35 tahun 2014). Deliberatif, 2(II), 167–196.

Amir, M. S. 1997. Adat Minangkabau: Pola dan tujuan hidup orang minang. Mutiara Sumber Widya.

ANWAR, S. 2017. Urgensi pendidikan gender dalam keluarga. Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 3(2), 198–217.

Anwar, Y. 2008. Pembaruan hukum pidana: Reformasi hukum. Grasindo.

Anwar, Y. 2011. Pengantar sosiologi hukum. Gramedia Widiasarana.

Bary, K., & PdI, S. 2014. Pendidikan multikultural dalam adat Minangkabau menurut perspektif pemangku adat di Sumatera Barat (PhD Thesis). Tesis.

Batubara, C., Yafiz, M., Sudiarti, S., Nawawi, Z. M., & Imsar, M. 2015. Peluang dan tantangan lembaga keuangan mikro syariah (editor: M. Ridwan). Febi UIN-SU Press.

Budiman, K. 2000. Feminis laki-laki dan wacana gender. Indonesiatera.

Burke, P. 2001. Sejarah dan teori sosial. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Christianto, H. 2016. Norma Kesusilaan sebagai batasan penemuan hukum progresif perkara kesusilaan di Bangkalan Madura. Jurnal Hukum & Pembangunan, 46(1), 1–21.

Darajat, Z. 2015. Warisan Islam Nusantara. Buletin Al-Turas, 21(1), 66–78.

Djajanegara, S. 2000. Kritik sastra feminis: sebuah pengantar. Gramedia Pustaka Utama.

Fatimah, S. 2012. Gender dalam komunitas masyarakat minangkabau; Teori, praktek dan ruang lingkup kajian. Kafaah: Journal of Gender Studies, 2(1), 11–24.

Godbolt, J., Cotterrell, A., Cotterrell, R., & Parker, C. 1984. A history of jazz in Britain, 1919-50. Quartet Books London and New York.

Hanani, S., & Aziz, R. A. 2017. Rekonstruksi dan usaha penyelamatan tradisi lokal era pasca sentralisme di Indonesia (The resurrection and reconstruction of local traditions in Indonesia’s post-centrali st era).

Geografia-Malaysian Journal of Society and Space, 5(2).

Hermanto, A. 2017. Teori gender dalam mewujudkan kesetaraan: menggagas fikih baru. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 209–232.

Hura, C. F., WS, H. W. H., & Nasution, M. I. 2014. Profil tokoh remaja Minangkabau dalam cerpen-cerpen remaja harian umum Singgalang Minggu. Bahasa Dan Sastra, 2(2), 29–46.

Irianto, S. 2003. Perempuan di antara berbagai pilihan hukum: studi mengenai strategi perempuan Batak Toba untuk mendapatkan akses kepada harta waris melalui proses penyelesaian sengketa. Yayasan Obor Indonesia.

Irianto, S. 2006. Perempuan dan hukum: menuju hukum yang berperspektif kesetaraan dan keadilan: 22 tahun Konvensi CEDAW di Indonesia. Yayasan Obor Indonesia.

Kasim, M. 2004. Kanupaten Padang Pariaman. Penerbit Indomedia.

Kolompoy, M. 2016. Penegakan hukum tindak pidana dalam kegiatan penyelenggaraan pasar modal di indonesia. Lex Privatum, 4(2).

Lukito, R. 2008. Hukum sakral dan kukum sekuler: Studi tentang konflik dan resolusi dalam sistem hukum Indonesia. Pustaka Alvabet.

Makmur, S. 2015. Budaya hukum dalam masyarakat multikultural. Salam: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 2(2).

Marzuki, M. 2017. Penelitian Hukum: Edisi revisi. Prenada Media.

Muhammad, K. H. 2001. Fiqh perempuan: Refleksi kiai atas wacana agama dan gender. PT LKiS Pelangi Aksara.

Munir, S. 2014. Pengaruh hukum Islam terhadap politik hukum Indonesia. Istinbath, 13(2), 127–180.

Mustafa, A. F., & Seguin, P. 2003. Characteristics and in situ degradability of whole crop faba bean, pea, and soybean silages. Canadian Journal of Animal Science, 83(4), 793–799.

Mustafa, B. 2003. Sistem hukum Indonesia terpadu. Citra Aditya Bakti.

Parawansa, K. I. 2002. Hambatan terhadap partisipasi politik perempuan di Indonesia. Perempuan di Parlamen. Bukan Sekedar Jumlah, 41–52.

Parawansa, K. I. 2003. Pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. Bali, Hlm, 1–15.

Patton, M. Q. 1990. Qualitative evaluation and research methods. SAGE Publications, inc.

Patton, M. Q. 2005. Qualitative research. Wiley Online Library.

PNH Simanjuntak, S. H. 2017. Hukum Perdata Indonesia. Kencana.

Pongsibanne, L. K. 2016. Islam dan budaya lokal.

Puspitawati, H. 2013. Konsep, teori, dan analisis gender. Bogor: Departe-Men Ilmu Keluarga Dan Kon-Sumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian.

Rahardjo, S. 2007. Membangun polisi sipil: Perspektif hukum, sosial, dan kemasyarakatan. Gramedia Pustaka Utama.

Rahardjo, S. (2010). Penegakan hukum progresif. Penerbit Buku Kompas.

Rahmah, A. M. 2013. Hermeneutika hukum sebagai alternatif metode penemuan hukum bagi hakim untuk menunjang keadilan gender. Jurnal Dinamika Hukum, 13(2), 293–306.

Ratnasari, D., & Ratnasari, D. 2017. Tradisi baundi pada masyarakat Pandai Sikek (Studi Kasus pada masyarakat Pandai Sikek Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar) (PhD Thesis). Universitas Andalas.

Ricklefs, M. C. 2005. Sejarah Indonesia modern, 1200-2004. Penerbit Serambi.

Rokhmansyah, A. 2016. Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastra feminisme. Penerbit Garudhawaca.

Saidin, O. K. 1995. Aspek hukum hak kekayaan intelektual (Intellectual property rights).

Soekanto, S. 2006. Pengantar penelitian hukum. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Soekanto, S., & Mamudji, S. 2001. Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. RajaGrafindo Persada.

Usman, S. 1998. Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pustaka Pelajar.

Waluya, B. 2007. Sosiologi: Menyelami fenomena sosial di masyarakat. PT Grafindo Media Pratama.

Widayani, N. M. D., & Hartati, S. 2015. Kesetaraan dan keadilan gender dalam pandangan perempuan Bali: Studi fenomenologis terhadap penulis perempuan Bali. Jurnal Psikologi, 13(2), 149–162.

Wiranata, A. B., Gede, I., Etika, D.-D., & Moralitas, P. T. 2005. Citra Aditya. Bandung.

Wiranata, I. G. A. 2011. Antropologi Budaya. Citra Aditya Bakti.




DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v7i2.178

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


      

      

    

Free counters!

free hit counter

Creative Commons License
Kafa'ah: Journal of Gender Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright© 2019 - Kafa`ah: Journal of Gender Studies