PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PERSPEKTIF GLOBAL DAN ISLAM DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

Rr Rina Antasari

Abstract


This article discusses how criminal act of human trafficking is handled related to global perspective and Islamic perspective. This is a case in South Sumatera. There are some forms of human trafficking and this crime should come to serious responses because it deals with human right. This research applies a conceptual approach, statute approach, philosophical approach, and sociology approach to law. The human trafficking, in this case, exploited the victims into underpaid workers, baggers, immigrant workers, housemaid and many more. This practice keeps in progress because of the low education level of the victims, strong economic reason, domestic violence, and other violence. The government of South Sumatera responses to this by establishing a special team against human trafficking which involves government institutions, NGOs and mass media. The legal act from the government of South Sumatera has been doing but it still has the burden for law enforcement


Keywords


Human trafficking, Islamic law, globalization

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. G. (1994). Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia. Gema Insani.

Antasari, R. R. (2014). Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut Uu Nomor 23 Tahun 2004 Dalam Potret Pemahaman Gender Dan Paham Feminisme. Muwazah, 5(2).

Dinas Pemberdayaan. (2017). Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Provinsi Sumatera Selatan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dana Anak Dan Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang.

Gemala Dewi, S. H. (2018). Hukum Perikatan Islam di Indonesia. Prenada Media.

Hakim, L. (2011). Kewenangan Organ Negara dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. Jurnal Konstitusi, 4(1).

Hasanuddin. (2003). Perdagangan Perempuan Dalam Perspektif Hukum Islam. Pusat Studi Wanita UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Volume 4 (Nomor 1).

Henny, N. (2011). Tindak Pidana Perdagangan Orang (Kebijakan Hukum Pidana Dan Pencegahannya). Cetakan Pertama, Sinar Grafika, Jakarta.

Hernoko, A. Y. (2016). Asas Proporsionalitas Sebagai Landasan Pertukaran Hak dan Kewajiban Para Pihak dalam Kontrak Komersial. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 5(3), 447–466.

Ismail, N. (2003). Perempuan dalam pasungan: Bias laki-laki dalam penafsiran. PT LKiS Pelangi Aksara.

Katjasungkana, N. (2007). Dalam Laporan Pengkajian Hukum Tentang Optional Protokol CEDAW Terhadap Hukum Nasional Yang Berdampak Pada Pemberdayaan Permpuan. Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum Dan HAM.

Komari, D. R. (n.d.). Laporan Akhir Kompendium Bidang Hukum Waris.

Kusuma, D. P. (2017). Pengawasan Terhadap Fungsi Legislasi Dpr Ri Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal An-Nahdhah, 9(2).

Magnis Suseno, F. (2001). EtikaPolitik, Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: PT Gramedia.

Maharani, S. D. (2016). Manusia Sebagai Homo Economicus: Refleksi Atas Kasus-kasus Kejahatan Di Indonesia. Jurnal Filsafat, 26(1), 30–52.

Muhammad, K. H. (2004). Islam agama ramah perempuan: Pembelaan Kiai pesantren. Fahmina Institute.

Muhshi, A. (2018). Pemenuhan Hak atas Informasi Publik sebagai Tanggung Jawab Negara dalam Mewujudkan Good Governance. Lentera Hukum, 5(1), 59–70.

Mulia, M. (2005). Muslimah reformis: Perempuan pembaru keagamaan. Mizan.

Mulia, M., & Farida, A. (2005). Perempuan dan politik. Gramedia Pustaka Utama.

Nuraeny, H. (2011). Tindak pidana perdagangan orang: kebijakan hukum pidana dan pencegahannya. Sinar Grafika.

O. Notohamidjojo. (1971). Masalah: Keadilan. Semarang: Tirta Amerta.

Rifai, A. (2010). Teori Sifat Hakekat Negara. Tunggal. Mandiri Publishing.

Riswan Munthe. (2015). Tindak Pidana Perdagangan Orang Kebijakan Hukum Pidana dan Pencegahan-nya, Volume 2 (Nomor 7).

Saebani, B. A. (2008). Perkawinan dalam hukum Islam dan undang-undang: perspektif fiqh munakahat dan UU no. 1/1974 tentang poligami dan problematikanya. Pustaka Setia.

Sahid, H. M. (2016). Legislasi Hukum Islam Di Indonesia: Studi Formalisasi Syariat Islam. Pustaka Idea.

Saija, R., & Iqbal Taufik, S. H. (2016). Dinamika Hukum Islam Indonesia. Deepublish.

Santoso, T. (2003). Membumikan Hukum Pidana Islam: Penegakan Syariat Dalam Wacana Dan Agenda. Gema Insani.

Seidman, R. B. (1992). Justifying Legislation: A Pragmatic, Institutionalist Approach to the Memorandum of Law, Legislative

Theory, and Practical Reason. Harv. J. on Legis., 29, 1.

Seidman, R. B., & Seidman, A. (2017). The present state of legislative theory and a proposal for remedying its sad condition.

Setiabudhi, D. O. (2015). Pemilihan Kepala Daerah Dalam Tinjauan Demokrasi Dan Kedaulatan. Lex Administratum, 3(1).

Setiawan, S. A. (2017). Perlindungan Hukum Pekerja Pemegang Saham Di Pt. Bank Central Asia TBK. Jurnal Rechtens, 2(1).

Suhino. (2000). Ilmu Negara. Yogjakarta: Liberty.

Suhra, S. (2013). Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Hukum Islam. Al-Ulum, 13(2), 373–394.

Umar, Nasaruddin. (1999). Argumen kesetaraan jender: perspektif al Qurʾân. Paramadina.

Umar, Nazaruddin. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Alquran Jakarta, hlm. 23. Paramadina.

Wahid, M. A. (1998). Menakar Harga Perempuan. Bandung: Mizan.

Wawancara Dengan Pengurus P2TP2A dan Gugus Tugas TPPO Provinsi

Sumatera Selatan. (2017, Oktober).




DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v1i1.198

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                

Free counters!

free hit counter

Creative Commons License
Kafa'ah: Journal of Gender Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright© 2019 - Center of Gender and Child Studies (PSGA) - All rights reserved